Cara Tepat Cegah Osteoarthritis, Salah Satunya dengan Osteokom

Osteoarthritis (OA) merupakan salah satu penyakit yang menyerang area persendian pada tubuh. Saat terkena Osteoartritis, tulang rawan menjadi rusak sehingga mengakibatkan rasa sakit dan  nyeri bahkan hingga bengkak. Jika kondisinya semakin parah, hal ini jelas dapat mengganggu aktifitas penderita sehari-hari. Ada banyak hal yang dinilai dapat mendukung penyakit ini terjadi pada seseorang. faktor usia, aktivitas, serta kondisi fisik seseorang dinilai bisa menjadi salah satu faktornya. 

Usia

Sebenarnya penyakit ini bisa terjadi pada segala kelompok usia. Namun faktanya, semakin bertambahnya usia seseorang, semakin besar pula ia terkena resiko penyakit sendi. Sebab, saat berusia lanjut tubuh akan mulai mengurangi produksi cairan pada sendi yang berfungsi untuk melumasi sendi sehingga sendi akan menjadi lebih rawan tergesek bahkan menipis. Itulah sebabnya mengapa orang dengan lanjut usia semakin mudah mengalami masalah sendi.

Jenis kelamin

Ketika wanita memasuki masa menopause, tubuh wanita mulai berhenti memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Hormon-hormon ini berpengaruh dalam proses pembentukan serta kesehatan tulang dan sendi sehingga sangat memungkinkan jika masalah tulang dan sendi kerap kali menghampiri wanita yang telah menopause.

Riwayat keluarga

Osteoarthritis juga dapat diturunkan atau disebabkan oleh faktor genetik dari riwayat keluarga. Meski tetap ada faktor lain juga yang memengaruhi, riwayat keluarga dinilai menyumbang peran hingga 70% dalam kondisi ini.

Aktivitas berat

Melakukan aktivitas berat berulang mampu menyebabkan sendi bekerja terlalu keras yang akhirnya bisa jadi penyebab osteoarthritis. Semakin berat aktivitas yang dilakukan, semakin besar juga resiko seseorang terkena penyakit osteoarthritis atau radang sendi. 

Obesitas

Memiliki berat badan berlebih atau obesitas ternyata mampu memberi tekanan yang berlebih pula pada sendi sehingga sendi memikul beban lebih berat. Hal ini kerap terjadi di bagian lutut, maupun pinggul seseorang yang mengalami obesitas.

Lalu bagaimana cara yang tepat untuk mencegah osteoarthritis?

1. Kelola aktivitas

Hal yang harus diingat saat melakukan aktivitas adalah jangan sampai aktivitas yang dilakukan terlalu memberatkan atau menyulitkan sendi. Jika ingin melakukan aktivitas berat, jangan juga buat sendi menjadi tegang akibat terkejut. Anda dapat melakukan pemanasan sebelum melakukan aktivitas berat agar dapat terhindar dari resiko terkena penyakit sendi.

2. Jaga berat badan ideal

Melakukan diet sehat dan jaga terus berat badan ideal adalah cara tepat dapat Anda lakukan untuk menghindari resiko terkena masalah sendi akibat obesitas. Perhatikan asupan yang masuk, jauhi lemak jenuh serta perbanyak konsumsi buah dan sayuran dinilai berpengaruhi dalam hal ini.

3. Rutin olahraga

Melakukan olahraga dengan rutin berdampak tak hanya baik untuk kesehatan tubuh namun begitu juga dengan kesehatan sendi. Tak harus dengan olahraga berat, Anda bisa lakukan peregangan atau senam dengan rutin selama 15-30 setiap harinya. Selain dapat meningkatkan kesehatan dan mengurangi resiko penyakit sendi, olahraga juga dinilai mampu mengurangi rasa kaku pada sendi, serta meningkatkan kekuatan otot dan juga tulang. 

4. Istirahat cukup

Istirahat atau tidur yang cukup dinilai berpengaruh baik untuk kesehatan massa otot baik pada anak, remaja, hingga dewasa. Setelah tubuh seharian beraktifitas, cukupi kebutuhan tidur agar kondisi badan baik sendi tetap baik. Untuk mendapatkan istirahat yang cukup setidaknya Anda harus mendapatkan 7-9 jam tidur per harinya. 

5. Jaga gula darah

Diabetes nyatanya juga bisa jadi salah satu faktor yang mampu memicu penyakit radang sendi seperti osteoarthritis. Saat kadar glukosa dalam darah tinggi,  hal ini mampu mempercepat pembentukan molekul yang akhirnya dapat membuat tulang rawan menjadi kaku serta memicu peradangan dan pengeroposan tulang rawan lebih cepat terjadi. Perhatikan asupan makanan serta terus kontrol porsi makan dapat Anda lakukan untuk terus menjaga kadar gula darah. 

6. Konsumsi obat

Untuk terus memelihara kesehatan sendi agar terhindar dari resiko masalah sendi Anda dapat memasukkan obat sendi ke dalam obat harian Anda. Salah satu obat sendi yang baik untuk memelihara kesehatan sendi serta tulang adalah Osteokom kaplet. Didalam Osteokom kaplet terdapat berbagai kandungan yang baik untuk sendi mulai dari Glucosamine HCl, Chondroitin, Selenium, Metil sulfonil metan (MSM), Vitamin C, Zinc, Mangan, hingga Magnesium gliserofosfat. Tak hanya untuk mengobati sakit dan nyeri akibat radang sendi, Osteokom kaplet juga dapat digunakan untuk pemeliharaan kesehatan sendi dan tulang agar terhindar dari resiko penyakit sendi. Anda cukup menggunakan 1 kaplet Osteokom setiap harinya agar kondisi sendi dapat terus sehat. 

Kondisi radang sendi yang disebabkan oleh Osteoarthritis memang bisa terjadi kapan saja dan dibagian tubuh mana saja. Langkah pencegahan memang penting dilakukan agar sendi dapat terhindar dari resiko penyakit radang sendi yang bisa mengintai. Memperbaiki gaya hidup serta rutin konsumsi obat sendi seperti Osteokom kaplet dinilai efektif untuk mencegah radang sendi yang dapat terjadi. Kemudian, jangan lupa juga untuk terus kelola aktivitas dengan tidak terlalu memforsir kerja sendi agar sendi terhindar dari penyakit osteoarthritis.  

Manfaat Tribulus yang Ada Pada Obat Biosan

Biosan adalah obat herbal yang memiliki kandungan ekstrak tribulus terrestris L. Tribulus atau rujak polo adalah tanaman berduri yang banyak ditemukan di negara bagian dari Eropa, Asia, Afrika dan Timur Tengah. Akar dan buah dari tanaman Tribulus telah digunakan sebagai obat dalam Pengobatan Tradisional Cina dan pengobatan pengobatan tradisional (Ayurveda) India.

Manfaat Tribulus yang Ada Pada Obat Biosan

Kandungan tribulus yang ada pada obat Biosan, telah digunakan bertahun-tahun secara tradisional untuk mengatasi gangguan seksual khususnya pada pria. Selain itu, masih banyak lagi manfaat tribulus lainnya yang meliputi:

  1. Disfungsi Seksual

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Maturitas pada tahun 2017, penggunaan Tribulus dapat memberikan peningkatan yang signifikan dalam fungsi seksual termasuk disfungsi ereksi dengan penggunaan selama 12 minggu pada pria yang memiliki disfungsi ereksi ringan atau sedang.

Selain itu, pada penelitian dari Ginekologi Endokrinologi pada tahun 2018 menunjukkan jika Tribulus dapat membantu mengobati disfungsi seksual pada wanita. Pada penelitian tersebut, terdapat 40 wanita dengan libido rendah yang diobati dengan tribulus atau plasebo. Dan pada akhir penelitian, wanita yang menerima Tribulus mengalami peningkatan kadar testosteron. Serta mengalami peningkatan yang signifikan dalam gairah, keinginan dan hasrat seksual.

  1. Bersifat Diuretik

Dalam sebuah studi yang diterbitkan di National Library of Medicine, menunjukkan jika Tribulus memiliki efek diuretik yang dapat membuang kelebihan cairan dan garam di dalam tubuh melalui urin.

Selain itu, sifat diuretik yang ada pada Tribulus juga dapat membantu meredakan perut kembung dan meningkatkan kemampuan alami tubuh untuk menyaring racun.

  1. Meningkatkan Libido

Beberapa peneliti menemukan jika Tribulus terrestris pada obat Biosan dapat meningkatkan hasrat seksual pria sebanyak 79 persen saat mengonsumsinya setiap hari selama dua bulan dengan dosis sekitar 750 hingga 1.500 mg.

Begitu juga dengan wanita yang dapat mengalami peningkatan hasrat seksual setelah mengonsumsi suplemen atau obat dengan kandungan Tribulus terrestris sekitar 500 sampai 1.500 mg selama 90 hari. 

Beberapa penelitian lain juga menunjukkan jika Tribulus dapat meningkatkan ereksi dan kepuasan seksual secara signifikan jika mengonsumsinya dengan dosis 1.500 mg per hari.

  1. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Saat ini penyakit jantung merupakan masalah kesehatan serius yang menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. 

Tribulus terrestris dapat mengurangi peradangan serta membantu melindungi dari kerusakan pembuluh darah sehingga dapat mengurangi faktor risiko terkena penyakit jantung.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan jika Tribulus dapat mencegah peningkatan kolesterol darah jika mengonsumsinya setiap hari dengan dosis 1.000 miligram

  1. Menurunkan Kadar Gula Darah

Dalam sebuah studi mengungkapkan jika selama tiga bulan mengonsumsi obat yang memiliki kandungan Tribulus dengan dosis sebanyak 1.000 miligram per hari, dapat secara signifikan mengurangi kadar gula darah pada wanita yang menderita diabetes tipe 2.

Efek Samping

Dalam penelitian yang ada, menunjukkan jika mengonsumsi obat atau suplemen dengan kandungan Tribulus dapat memberikan efek samping seperti kram perut.

Dan pada obat Biosan, memberikan efek samping yang meliputi gangguan pencernaan, peningkatan detak jantung dan menimbulkan kegelisahan.

Obat dengan kandungan Tribulus juga tidak aman bagi wanita yang sedang hamil, karena dalam penelitian pada hewan menunjukkan jika Tribulus bisa membahayakan perkembangan janin.

Namun penggunaan obat dengan Tribulus seperti obat Biosan tidak menimbulkan masalah kesehatan. Tapi Anda tetap perlu menggunakannya sesuai anjuran dokter.