Fitmee, Mie Sehat Berbahan Ubi Yang Menarik Perhatian

Saat ini berbagai macam jenis mie sehat mulai bermunculan. Produsen seakan – akan berlomba untuk memproduksi aneka jenis mie sehat. Hal ini tidak luput dari konsumen yang sudah mulai menyadari tentang pola hidup sehat. Meski begitu, siapa yang tahan akan godaan terhadap mie instan? Maka dari itu, FitMee hadir sebagai jawaban dari keresahan Anda.

Jika Anda ingin tetap mengonsumsi tanpa rasa bersalah, maka FitMee lah solusinya. FitMee merupakan mie pertama yang memilih ubi konjac sebagai bahan dasar pembuatannya. Bagi sebagian orang Indonesia, mie ini lebih dikenal juga dengan sebutan mie shirataki.

FitMee ini menjadi lebih sehat dengan berbahan dasar ubi konjac karena dengan itu mie ini menjadi bebas kolesterol, tinggi serat dan juga rendah gula. Saat ini, baru tersedia 4 varian rasa yang ditawarkan oleh FitMee.

  1. FitMee Carbonara

FitMee Carbonara ini merupakan mie dengan karbo yang rendah yaitu hanya sebesar 120 kalori. FitMee ini bebas kolesterol dan rendah kalori, meski begitu untuk rasa tidak perlu diragukan. FitMee Carbonara ini dilengkapi dengan potonan daging sapi dan bumbu keju bubuk yang super enak. 

  1. FitMee Mi Goreng Korea

Mie goreng korea sedang begitu digandrungi, maka tidak heran jika FitMee juga menghadirkan varian Fitmee Mi Goreng Korea. Anda pun tidak perlu khawatir dengan kalorinya. Hanya 150 kalori saja, Anda sudah bisa merasakan kelezatan dari mie pedas korea yang bebas kolesterol. FitMee Mi Goreng Korea ini juga gluten free. Dilengkapi dengan tiga jenis bumbu seperti minyak sayur, bubuk penyedap, dan bubuk cabe yang pastinya akan menaikkan selera makan Anda.

  1. FitMee Mi Soto

FitMee juga tidak melupakan selera Anda yang mungkin lebih menyukai mie rebus dibandingkan dengan mie goreng. FitMee Mi Soto hadir sebagai alternatif bagi Anda yang menyukai mie rebus. Aroma spesial dari minyak sayur, bawang goreng dan bubuk cabe ini tentunya sangat cocok disajikan. Apalagi dilengkapi juga dengan jamur, ayam cincang, dan sayuran kering wortel dan kol. Kalori yang terdapat dalam FitMee Mi Soto ini benar – benar kecil, hanya 60 kalori saja. Tentu saja jumlah kalori ini sangat membantu Anda yang sedang diet tetapi tetap ingin mengonsumsi mie instan.

  1. FitMee Mi Ayam Bawang

Tidak hanya rasa soto saja, FitMee juga menghadirkan varian ayam bawang untuk menemani Anda saat hujan dan menginginkan mie rebus. Jika FitMee Mi Soto memiliki 60 kalori, FitMee Mi Ayam Bawang ini lebih kecil lagi yaitu 30 kalori saja. FitMee Mi Ayam Bawang ini disajikan dengan kuah gurih segar yang disertai dengan bumbu rempah serta kaldu ayam beraroma bawang membuat FitMee Mi Ayam Bawang ini betul- betul enak untuk dinikmati.

Ada beberapa alasan mengapa saat ini banyak orang yang mungkin Anda termasuk di dalamnya beralih dari mie instan konvensiona ke mie instan sehat. Berikut ini beberapa pertimbangan yang bisa jadi membuat Anda berubah ke mie instan sehat.

  1. Mengandung tinggi natrium

Natrium menjadi salah satu alasan kenapa banyak orang yang beralih ke mie instan sehat. Dalam satu kemasan mie instan biasanya mengandung natrium sebesar 600mg bahkan lebih. Konsumsi natrium berlebih akan memberikan efek jangka panjang pada kesehatan seperti tekanan darah tinggi, risiko kanker lambung dan meningkatkan terkena penyakit jantung.

  1. Mengandung MSG

Mie instan sudah pasti mengandung monosodium glutamat atau yang sering disebut dengan MSG. Konsumsi MSG berlebih akan memicu kenaikan berat badan, tekanan darah tinggi, sakit kepala, otot kencang, mati rasa, sensasi geli hingga mual dan gangguan pencernaan.

  1. Masalah lain konsumsi mie instan secara berlebihan

Konsumsi mie instan secara berlebih akan meningkatkan risiko sindrom metabolik. Sindrom ini merupakan kumpulan masalah tubuh yang dapat berujung dengan gangguan kesehatan yang tidak baik seperti jantung, stroke dan diabetes.

Oleh karena itulah, FitMee hadir sebagai solusi untuk rasa mie instan yang lebih sehat. FitMee juga cocok dikonsumsi untuk Anda yang sedang menjalankan diet. Jika Anda penasaran dengan cita rasa yang ditawarkan oleh FitMee, Anda bisa membelinya di SehatQ, loh!

Cara Membedakan Minyak Kutus Kutus Asli dan Palsu

Minyak kutus kutus asli dipercaya memiliki segudang manfaat yang bagus untuk kesehatan, mulai dari mempercepat penyembuhan luka, mengatasi insomnia, hingga menghilangkan bekas selulit. Minyak yang terbuat dari 69 campuran rempah-rempah ini sudah mendapatkan sertifikat Halal dari MUI dan sertifikat dari BPOM sehingga aman untuk digunakan sehari-hari. 

Minyak Kutus-Kutus 100 ml harga terbaik 180152

Banyaknya peminat minyak kutus kutus asli ini, membuat sejumlah oknum nakal memanfaatkan peluang tersebut dengan menjual minyak kutus kutus palsu yang harganya jauh lebih murah. 

Nah, agar Anda tidak salah dalam memilih minyak kutus kutus dan dapat merasakan manfaatnya, berikut ini cara membedakan minyak kutus kutus asli dengan yang palsu. 


Kemasan

Perbedaan mencolok dari minyak kutus kutus asli dan palsu adalah kemasan yang mana minyak kutus kutus asli menggunakan kemasan yang sangat rapi, berkualitas, dan kokoh. Sementara minyak kutus kutus palsu memiliki kemasan yang kurang rapi, mudah penyok, dan terkesan dibuat asal-asalan saja. 

Perlu Anda ketahui juga kalau tahun 2019, minyak kutus kutus asli melakukan perubahan pada kemasannya. Kotak luarnya, yang awalnya berwarna hijau, sekarang berubah menjadi warna coklat muda. 

Tidak hanya itu, botolnya pun ikut mengalami perubahan. Botol minyak kutus kutus asli yang terbaru bagian tutupnya menggunakan model pump, sedangkan yang lama menggunakan model spray

Aroma Minyak

Selanjutnya, Anda juga bisa membedakan minyak kutus kutus asli dan palsu dari aroma minyaknya. Minyak kutus kutus asli memiliki aroma yang lebih lembut, tidak menyengat, dan aroma terapinya memberikan efek yang menenangkan. Sementara yang palsu, memiliki aroma yang menyengat bahkan tidak beraroma sama sekali karena sudah dicampurkan dengan bahan-bahan yang lain. 

Tekstur Minyak

Jika Anda masih kesulitan membedakan mana minyak kutus kutus yang asli dan palsu dari kemasan dan aromanya, Anda juga bisa membedakannya dari tekstur minyak. 

Meskipun berbahan minyak, tetapi minyak kutus kutus asli memiliki tekstur yang cepat meresap ke kulit, tidak lengket dan tidak menimbulkan rasa panas. Dari segi warnanya pun, minyak yang asli terlihat sedikit keruh dan pekat karena menggunakan 69 campuran rempah-rempah asli. Sedangkan minyak yang palsu, memiliki tekstur yang lengket, terasa kasar, terlalu berminyak, dan saat digunakan memberikan efek samping gatal-gatal dan panas. Dari segi warna pun, minyak yang palsu cenderung lebih bersih atau tidak ada endapan sama sekali meskipun sudah dikocok. 

Khasiat

Dari segi khasiat, minyak kutus kutus asli pastinya memiliki banyak khasiat, seperti meringankan gatal akibat gigitan serangga, mempercepat proses penyembuhan luka, mengatasi insomnia, mengurangi stress, melancarkan aliran darah, membuat tubuh lebih rileks dan masih banyak lagi. Sedangkan, minyak kutus kutus palsu tidak memberikan khasiat apapun, justru beresiko menimbulkan berbagai masalah mulai dari kulit terasa panas hingga gatal-gatal. 

Harga

Minyak kutus kutus asli dijual dengan kisaran harga Rp230.000. Meskipun mahal, namun ini sebanding dengan manfaat yang diberikan minyak buatan Servasius Pranoto ini. Anda bisa membeli minyak kutus kutus yang asli di agen resminya maupun marketplace kesayangan Anda. 

Minyak kutus kutus palsu memiliki harga yang lebih murah, biasanya di bawah Rp200.000. Memang lebih murah, namun efek samping yang ditimbulkannya berbahaya untuk kesehatan. Jadi, jangan mudah tergiur dengan harganya yang murah. 

Itulah beberapa perbedaan minyak kutus kutus asli dan palsu. Pastikan Anda teliti dalam membelinya dan memilih agen resmi yang terpercaya. Jika khawatir mendapat produk yang palsu, Anda dapat membeli minyak ini di Toko SehatQ yang terjamin keamanan serta keaslian produknya.